Kamis, 20 April 2017
Pertanyaan Sulit
Dunia itu sangatlah sempit
Sajak bergerak-gerik
Bait bait ini berbisik
Mengapa rakus semakin melejit
Kenapa si sombong berjalan jinjit
Apa serakah diwariskan ke cicit
Jutaan langkah untuk sesuap nasi
Mengais sisa keadilan yang pudar
Terhempas sakit tanpa solusi
Menuntut balas pada ketamakan
Hidup bukan untuk direndahkan
Atas nama ego tolak kesetaraan
Tak sadar masa depan kelam
Ketika sadar timbullah dendam
Adu kesaksian kisah yang karam
Ego melahirkan kisah si pemenang
Parade air mata sisa daya juang
Kedamaian sengaja dibuat hilang
Semena-mena karena merasa hebat
Melahap gagah lupa akan adat
Perilaku mempercepat kiamat
Menghakimi sesama itu kewajaran
Ruang waktu ajang pementasan
Lukisan manusia tanpa kesadaran
Peristiwa ini itu dikuasai kejahatan
Keseimbangan untuk pembenaran
Nyatanya cuma keserakahan
Bumi yang tak lagi subur
Keluhuran terlupakan hingga luntur
Menunggu masa hancur lebur
Cuma dongengkah hal perdamaian
Apakah ini lelucon tentang keadilan
Dalam luap rentetan penyesalan
Minggu, 16 April 2017
Jalan ke Surga
Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku".
Persepsi kebanyakan orang Kristen berdasarkan pada ayat di atas menganggap bahwa satu-satunya jalan kepada Bapa adalah Yesus. Jikalau kita menyepakati persepsi itu, maka tidak salah juga jika memunculkan beberapa pertanyaan.
Yesus adalah satu-satunya jalan. Bagaimana dong kisah nabi-nabi sebelum Yesus? Apa mereka tidak masuk surga atau bagaimana?
Jika kita memahami secara tekstual dari ayat di atas, maka satu-satunya jalan kepada Bapa hanyalah Yesus dan tak ada yang lain. Oleh karena itu, nabi-nabi seperti Abraham, Salomo dan lainnya tidak akan bisa sampai kepada Bapa. Kenapa? Karena mereka belum mengenal Yesus secara tekstual. Itu untuk kisah manusia sebelum kehadiran Yesus ke dunia.
Saat ini, Kristen bukanlah satu-satunya agama di dunia. Beragam agama dan ajaran serta ketentuannya yang berbeda-beda. Jumlahnya pun tidak sedikit, lebih dari setengah penduduk dunia tidaklah Kristen. Kajian kritis lainnya pun muncul. Sedemikian banyak manusia tidak memeluk agama Kristen, apakah salah satu dari mereka tidak ada yang sampai kepada Bapa?
Kajian lebih dalam bisa kita lakukan terkait persepsi ayat di atas, apakah Yesus secara fisik atau perilaku?
Silahkan dijawab dan direnungkan kembali makna menjadi pengikut atau menjadi penonton.
Selamat Minggu Paskah _/\_
Selasa, 04 April 2017
Secuil Daging Pembuat Dosa
Nyaring mesra dengan bising
Tak bertulang sering mendenting
Nada yang tak merdu itu garing
Hempas suarapun lupa pake laring
Hina tersemedikan pada kuping
Memotong fakta dengan gunting
Goda liar dengan beragam cerling
Padanan bohong terbisik lengking
Perempuan cantik memakai anting
Berjalan dengan badan bunting
Kebaikan terasa begitu asing
Realita kebenaran tak lagi penting
Hidup berputar ga kayak gasing
Pekikan itu seperti auman anjing
Baik jahat saling berbagi piring
Menuju tujuan dengan iming-iming
Mulusnya lidah setajam beling
Mencium kening berakhir pusing
Merobohkan masa hingga puing
Wajah manis sembarang kencing
Dengarkan tanpa terpancing
Memahami tulus biar ga sinting
Lakukan terbaik seperti maling
Wujudkan damai tanpa tanding
Minggu, 02 April 2017
Ngacung Tematik
Prahara merangsang
Fatamorgana mengangkang
Manusia merasa tertantang
Suasana semu dan hilang
Sore hujan menembus petang
Nyanyi jangkrik saat malam datang
Burung terbang ingat pulang
Lupa diri merupakan pantang
Mentari pagi menghadang
Terselip impian setiap orang
Kelakar ceria dengan riang
Berpadu mesra tanpa gamang
Konon, pelangi itu lukisan bidadari
Warna-warni indah menari-nari
Kebaikan tulus tanpa mucikari
Kesadaran hati dari dalam diri
Gelombang rasa tertusuk duri
Waktu tak bisa dilukis oleh jemari
Perih tanpa sedih tiap hari
Menyimpan luka sambil berlari
Memuji dengan apriori
Melawan semua teori
Bulan tak akan melupakan hari
Kebenaran melebihi luas bahari
Jumat, 31 Maret 2017
Desis
Kesalahan yang tak bisa ditolak
Kenakalan layak seorang anak
Persinggahan sesaat yang berkerak
Jati diri yang tenang bersikap bijak
Cermin rasa bersalah yang terelak
Kejahatan dirayu hingga jinak
Kebaikan diadu berujung tamak
Irama tradisi selalu diolak-olak
Kesempatan tak mengenal otak
Hina yang selalu tampak
Sosok tulus setapak demi setapak
Hidupnya susah selalu nyesak
Iman kuat tubuh rusak
Keyakinannya tak akan retak
Kamis, 30 Maret 2017
Menabur Rasa
Hubungan ini katanya terlarang
Tapi tetap berjuang
Perbedaan menjadi jurang
Pertahankan rasa hingga liang
Akal terinjak iman semu
Rekonstruksi jalinan tak terpadu
Lentera rasa terang hingga kalbu
Terikat mesra tanpa beradu
Konsepsi busuk menghadang
Implementasi cinta semakin girang
Generasi pakai hati telah hilang
Cahaya mesra tetap benderang
Mencintai tanpa malu
Tuhan itu maha tahu
Merangkul kebaikan menuju satu
Kekasih ini sedang dilanda rindu
Sayang, sampaikan salam
Siang emang selalu diakhiri malam
Tapi hari tak selalu kelam
Lalui semua tanpa dendam
Rupa rupa tak berupa
Mungkin sebagian sedang lupa
Sesekali butuh bertapa
Senyum ikhlas mengusir nestapa
Tibalah hari dimana ada damai
Persatuan tak akan terurai
Bahagia dengan orang yang dicintai
Gelak tawa memainkan dawai
Minggu, 26 Maret 2017
Kendeng
Kendeng sayang
Kendeng malang
Banyak yang berjuang
Tidak sedikit yang menantang
Kendeng sayang
Kendeng malang
Sutradara tak pamer tampang
Pemain jadi korban perang
Kendeng sayang
Kendeng malang
Ada petani nyawanya hilang
Ada petani senyum mengembang
Kendeng sayang
Kendeng malang
Perusahaan tak mau hengkang
Rakyat setia menghalang
Kendeng sayang
Kendeng malang
Informasi tak benderang
Kebenaran cuma bayang-bayang
Kendeng sayang
Kendeng malang
Pertarungan tak imbang
Kekalahan tanpa ada yang menang
Kendeng sayang
Kendeng malang
Penjahat sosial mencuri peluang
Masyarakat yang masuk jurang