Selasa, 04 April 2017
Secuil Daging Pembuat Dosa
Nyaring mesra dengan bising
Tak bertulang sering mendenting
Nada yang tak merdu itu garing
Hempas suarapun lupa pake laring
Hina tersemedikan pada kuping
Memotong fakta dengan gunting
Goda liar dengan beragam cerling
Padanan bohong terbisik lengking
Perempuan cantik memakai anting
Berjalan dengan badan bunting
Kebaikan terasa begitu asing
Realita kebenaran tak lagi penting
Hidup berputar ga kayak gasing
Pekikan itu seperti auman anjing
Baik jahat saling berbagi piring
Menuju tujuan dengan iming-iming
Mulusnya lidah setajam beling
Mencium kening berakhir pusing
Merobohkan masa hingga puing
Wajah manis sembarang kencing
Dengarkan tanpa terpancing
Memahami tulus biar ga sinting
Lakukan terbaik seperti maling
Wujudkan damai tanpa tanding
Minggu, 02 April 2017
Ngacung Tematik
Prahara merangsang
Fatamorgana mengangkang
Manusia merasa tertantang
Suasana semu dan hilang
Sore hujan menembus petang
Nyanyi jangkrik saat malam datang
Burung terbang ingat pulang
Lupa diri merupakan pantang
Mentari pagi menghadang
Terselip impian setiap orang
Kelakar ceria dengan riang
Berpadu mesra tanpa gamang
Konon, pelangi itu lukisan bidadari
Warna-warni indah menari-nari
Kebaikan tulus tanpa mucikari
Kesadaran hati dari dalam diri
Gelombang rasa tertusuk duri
Waktu tak bisa dilukis oleh jemari
Perih tanpa sedih tiap hari
Menyimpan luka sambil berlari
Memuji dengan apriori
Melawan semua teori
Bulan tak akan melupakan hari
Kebenaran melebihi luas bahari
Jumat, 31 Maret 2017
Desis
Kesalahan yang tak bisa ditolak
Kenakalan layak seorang anak
Persinggahan sesaat yang berkerak
Jati diri yang tenang bersikap bijak
Cermin rasa bersalah yang terelak
Kejahatan dirayu hingga jinak
Kebaikan diadu berujung tamak
Irama tradisi selalu diolak-olak
Kesempatan tak mengenal otak
Hina yang selalu tampak
Sosok tulus setapak demi setapak
Hidupnya susah selalu nyesak
Iman kuat tubuh rusak
Keyakinannya tak akan retak
Kamis, 30 Maret 2017
Menabur Rasa
Hubungan ini katanya terlarang
Tapi tetap berjuang
Perbedaan menjadi jurang
Pertahankan rasa hingga liang
Akal terinjak iman semu
Rekonstruksi jalinan tak terpadu
Lentera rasa terang hingga kalbu
Terikat mesra tanpa beradu
Konsepsi busuk menghadang
Implementasi cinta semakin girang
Generasi pakai hati telah hilang
Cahaya mesra tetap benderang
Mencintai tanpa malu
Tuhan itu maha tahu
Merangkul kebaikan menuju satu
Kekasih ini sedang dilanda rindu
Sayang, sampaikan salam
Siang emang selalu diakhiri malam
Tapi hari tak selalu kelam
Lalui semua tanpa dendam
Rupa rupa tak berupa
Mungkin sebagian sedang lupa
Sesekali butuh bertapa
Senyum ikhlas mengusir nestapa
Tibalah hari dimana ada damai
Persatuan tak akan terurai
Bahagia dengan orang yang dicintai
Gelak tawa memainkan dawai
Minggu, 26 Maret 2017
Kendeng
Kendeng sayang
Kendeng malang
Banyak yang berjuang
Tidak sedikit yang menantang
Kendeng sayang
Kendeng malang
Sutradara tak pamer tampang
Pemain jadi korban perang
Kendeng sayang
Kendeng malang
Ada petani nyawanya hilang
Ada petani senyum mengembang
Kendeng sayang
Kendeng malang
Perusahaan tak mau hengkang
Rakyat setia menghalang
Kendeng sayang
Kendeng malang
Informasi tak benderang
Kebenaran cuma bayang-bayang
Kendeng sayang
Kendeng malang
Pertarungan tak imbang
Kekalahan tanpa ada yang menang
Kendeng sayang
Kendeng malang
Penjahat sosial mencuri peluang
Masyarakat yang masuk jurang
Minggu, 12 Maret 2017
Nara(si)
Daun tak bertanya kenapa jatuh
Gedung tak memaki saat runtuh
Menyapa bumi tanpa menuduh
Bersentuhan tanah hingga luluh
Malam malam diakhiri oleh subuh
Sinar terang setia tanpa keluh
Merawat rasa melupakan gaduh
Benih damai biarkan tumbuh
Embun pagi tak berkeruh
Menyegarkan hidup tanpa jenuh
Keutuhan tak boleh rapuh
Kebersamaan saling mengasuh
Terikat mesra saling rengkuh
Berpadan warna dengan kukuh
Bebas terpola tanpa tutuh
Perdamaian jangan mudah diracuh
Pakaian kotor langsung dibasuh
Obati luka biar sembuh
Kemajemukan tak boleh gaduh
Kemanusiaan harus tetap utuh
Selasa, 07 Maret 2017
Per(empu)an
Tubuhnya gemulai bukan lunglai
Menari-nari demi buah hati
Keringat demi orang yang dicintai
Juang sering tidak dihargai
Bangun pagi untuk sesuap nasi
Tidak lupa memasang dasi
Tetap saja jadi korban diskriminasi
Gerakannya selalu dianggap basi
Setara hanyalah sebuah delusi
Harapannya bukanlah fantasi
Keras mewujudkan imajinasi
keadilan adalah sebuah prestasi
Gumam dalam fiksi
Isak mengalir menjadi narasi
Doa doa menemani ekspresi
Perjalanan setia sebuah edukasi
Sentuhan lembut makhluk proporsi
Melukis kebaikan untuk revolusi
Hempaskan senyum harap disfraksi
Ketulusannya tanpa kontroversi
Hadir merindukan independensi
Samar jelas layaknya fluktuasi
Waktu tak henti tanpa filterisasi
Makhluk lain pun tetap arogansi
Kesamaan hak tanpa abrasi
Kewajiban berdasarkan asumsi
Meremukkan atas nama esensi
Memilin niat tanpa proklamasi
Jalan panjang sudah terlalui
Degenerasi dilindasi tanpa prosesi
Aktualisasi tak akan mati
Hingga tiba hari yang dinanti