Kamis, 31 Oktober 2013

Buruh

Beberapa hari ini pemberitaan tentang buruh kembali menjadi soroton. Demonstrasi buruh di daerah-daerah menuntut kenaikan upah kelayakan hidup. Mengenai demo oleh buruh mungkin menjadi hal yang biasa bagi kita. Dampak dari demo buruh biasanya akan menimbulkan kemacetan transportasi, karena buruh yang berdemo sering kali menggunakan kuantitas massa ribuan. 

Dibalik demo buruh yang menuntut kenaikan upah, ada loh bahkan tidak sedikit yang mencibir para buruh, bahkan tidak sungkan untuk menghinan-hina. Beberapa kali hasil tangkapan mata melalui media-media sosial pribadi, misalnya "Kurang kerjaan banget buruh ini, demo kok terus?" dan ada yang lebih mengejutkan "udah digaji pake demo-demoan pula!". Mungkin banyak lagi hal-hal yang kurang baik bisa kita lihat respon sebagian masyarakat terkait demoo buruh.

Coba kita kupas, apa sih buruh itu?


Buruh menurut tante KBBI dan Om Wiki adalah Manusia yang bekerja untuk orang lain untuk mendapatkan upah atau balasan. Berarti siapapun diri kita, ketika kita masih bekerja dan mendapatkan imbalan dari pekerjaan itu, itu bisa kita katakan sebagai buruh. 

Buruh kita bagilah dalam dua golongan
 1. Buruh profesional : Buruh yang bekerja dengan menggunakan tenaga pikiran untuk bekerja
 2. Buruh kasar: Buruh yang bekerja dengan menggunakan tenaga otot untuk bekerja

Anda buruh yang mana?

Bisa jadi kan, orang yang menghina saat demo buruh itu juga seorang buruh? kemungkinan besat iya!

Kemudian, beranikah kita menggaji buruh dengan murah bahkan tidak digaji? Dampaknya pasti akan mogok besar-besar dalam waktu yang lama. Semakin besar dan semakin lama buruh melakukan aksi mogok, penrnahkah kita berpikir apa yang akan terjadi selanjutnya?

Demo buruh tidak akan terjadi jika pengusaha benar-benar memberikan kesejahteraan bagi karyawannya. Bisa kita temui banyaknya pengusaha yang hanya mementingkan keuntungan diri sendi tanpa memperhatika status sosial pegawainya.

Memberikan kesejahteraan bagi buruh oleh pengusaha bukan berarti para buruh menjadi manja juga ya..
Rasa ketidakpuasan tidak hanya dimiliki pengusaha, kini para buruh juga sudah terserang virus itu.
kok bisa? bisalah. Coba kita lihat beberapa kali demo buruh, tidak sedikit mereka menggunakan kendaraan pribadi mereka, motor  dan bus bahkan ada buruh yang berdemo menggunakan  motor besar.

Disatu sisi masih banyak buruh yang benar-benar mengalami kesusahan tetapi sisi lainnya ada juga buruh memanfaatkan status sosialnya sebagai buruh untuk mencuri kesempatan memperkaya diri sendiri. Buruh yang berdemo dengan menggunakan kendaraan yang menengah keatas dapat menyebabkan peran buruh lainnya buruk dipandang masyarakat. 

Selain buruh, sebenarnya permasalahan ini muncul akibat regulasi ketenagakerjaan yang belum begitu benar-benar memihak kepada para buruh. 

Mungkinkah ada perusahaan atau pabrik berani transparansi keuangan perusahaan atau pabrik ke seluruh tenaga kerjanya?

Sanggupkah pengusaha menjamin kelayakan hidup para buruh mulai dari sandang, pangan, papan, kesehatan dan pendidikan bagi kaum buruh?

Mencoba hal baru, maukah para pengusaha itu memberikn aset berupa hak kepada buruh atau membagikan persentase sahamnya kepada tenaga kerja?

Silahkan dijawab para pengusaha?

Tapi ketika buruh ini sudah mendapatkan kehidupan yang sejahtera, para buruh juga harus bekerja dengan lebiih baik lah.

Daripada saling mencaci kaki antara buruh dengan buruh, lebih baik saling menghormati setiap hal yang terjadi pada diri kita masing-masing. 

Tidak ada komentar :

Posting Komentar