Selasa, 29 Oktober 2013

Replika Nusantara


Indonesia, secuil keindahan surga yang jatuh ke bumi. Tanah yang luar biasa indah, keaneka ragaman suku, budaya, agama dan ras menyatu di dalamnya serta sumber daya alam yang berlimpah ruah. Kekayaan dan keindahan setiap pulau memiliki pesona masing-masing.
Kini pesona itu seolah memudar...

Suara             :
Nusantara, Nusantara
Nusantara, Nusa dan Antara
Nusa itu artinya Pulau atau Tanah
Antara itu artinya Berhubungan

Nusantara itu milik siapa?
Terhubung antara apa dengan apa?
Emang ini tanah siapa?

Sumatera        :   Akulah yang punya, Sumatera. Swarnadwipa, aku si Pulau Emas!
Aku Sumatera banyak emas, batubara, tanah dan keindahan alam lainnya.
Bahkan ketenaran kapur barusku sudah mendunia sejak dulu kala. Serta kerajaan besar seperti Sriwijaya yang pernah memiliki pengaruh besar kepada dunia itu berasal dari Sumatera.

Jawa                : Sek ya, sek ya...
Saya dong, Jawadwipa. Jawadwipa itu Pulau Padi!
Aku adalah lumbung beras dan pangan terbesar. Tanahku, tanah Jawa adalah tanah tersubur di dunia. Apa saja yang ditanam pasti akan bertumbuh subur.
Hei, Sumatera, kerajaanku pernah berjaya bahkan ingin menyatukan pulau-pulau menjadi satu kekuasaan dan kekuatan kerajaanku ditakuti hingga ke negeri Cina.

Sulawesi         :  Ngana jangan begitu. Torang, kami ini, orang Sulawesi atau Celebes. Ngana jangan macam-macam.
Sulawesi kaya raya akan besi. Kita pulau besi!
Ngana Pulau Jawa jangan sombong! Dulu kerajaan besar ngana kita selalu dukung persenjataannya dengan mengirim besi-besi terbaik. Bahkan kita punya nenek moyang sudah berlayar keliling dunia. Nenek moyangku pelaut.

Kalimantan     : Ikam-ikam semua jangan begitu.
Kalimantan punya, aku Kalimantan. Aku Warmadwipa, aku pulau Dewa Laut!
Kerajaan Hindu tertua berada di pulauku. Akulah pulau lumbung energi. Aku memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Hutanku adalah paru-paru dunia!

Sunda kecil     : Hei, hei, hei, walaupun kalian pulau-pulau besar, jangan berbangga dulu.
Aku Sunda Kecil, aku lah Pulau Bali, Kepulauan Nusa Tenggara Timur dan Barat yang keindahan alamnya sungguh dahsyat!
Pulau Dewata ada dimana? Ya, Pulau Bali. Salah satu Pulau terindah di dunia.
Kuda-kuda hebat dari mana? Ya, dari Nusa Tenggara Barat.
Kayu Cendana yang tersohor dari mana? Ya, dari Nusa Tenggara Timur.

Maluku           : Kita juga tidak mau kalah.
Maluku adalah gugusan pulau-pulau.
Maluku adalah penghasil rempah-rempah terbaik di dunia!
Maluku karena rempah-rempahnya pernah menjadi incaran bangsa-bangsa besar dari Eropa. Kita Maluku, the Island of Spices.

Papua             : Woi kalian, Ko, Ko, pada bilang apa?!
Papua, Papua, aku si Pulau Surga!
Aku kaya raya akan sumber daya alam dan flora dan fauna. Bahkan masih banyak jenis flora dan fauna di Papuaku belum diberi nama, hahaha....
Alamku yang indah bagaikan surga di Bumi. Siapa yang bisa menandingi kecantikan Burung Surgaku dan Burung Cendrawasihku? Tidak ada, kan?
Siapa yang bisa menandingi keindahan dan pesona Raja Ampatku? Tidak ada, kan?
Gunung tertinggi disini ada dimana? Ya, di Papua.
Tidak ada yang bisa menandingi keindahan Gunung Jayawijaya yang bermahkotakan awan.

Suara              : Nusantara, Nusantara milik siapa? Milik siapa?
Aku, kamu, kalian, mereka?
Nusantara itu milik siapa?
Islam, tidak.
Kristen, tidak.
Hindu, tidak.
Buddha, tidak.
Jadi tanah siapa? Nusantara milik siapa? Siapa? Siapa?

Lalu ada satu orang menjawab,
Indonesia       : Tanah kita, Nusantara itu tanah kita. Tanah Indonesia.
Milik kita, Nusantara itu milik kita, kita Indonesia!
Dari Sabang sampai Merauke. Tidak memandang kau suku apa, agama apa, ras apa karena kita satu, satu Indonesia.
Jayalah Indonesia dengan Bhinneka Tunggal Ika dan Sumpah Pemudanya.

Kemudian para lakon bersama-sama mengucapkan ikrar Sumpah Pemuda,
Semua            : Sumpah Pemuda
Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Ditutup dengan orasi kebangsaan dari Indonesia.

JAYA-JAYA-WIJAYANTI

Meski kita terlahir dengan beragam perbedaan, tapi kita bangga lahir di negara ini.
Negara yang sangat kaya dan penuh warna.
Banyak cinta, rasa hormat tumbuh subur di bawah pelangi bhinneka yang melintasi Sabang hingga Merauke.
Kita berharap agar bangsa ini tetap puspa warna selamanya.
Berkemanusiaan, berkebudayaan, berkeadilan dan perdamaian serta potensi alam bangsa ini bisa dinikmati oleh semua warga negara Indonesia.
Tidak peduli apapun suku, agama, ras dan status sosialnya.

Salam Indonesia penuh cinta



Tidak ada komentar :

Posting Komentar