Selasa, 29 Oktober 2013
Replika Nusantara
Diposting oleh
Unknown
di
22.23
Indonesia, secuil keindahan surga yang jatuh ke
bumi. Tanah yang luar biasa indah, keaneka ragaman suku, budaya, agama dan ras
menyatu di dalamnya serta sumber daya alam yang berlimpah ruah. Kekayaan
dan keindahan setiap pulau memiliki pesona masing-masing.
Kini pesona itu seolah memudar...
Suara :
Nusantara, Nusantara
Nusantara, Nusa dan Antara
Nusa itu artinya Pulau atau Tanah
Antara itu artinya Berhubungan
Nusantara itu milik siapa?
Terhubung antara apa dengan apa?
Emang ini tanah siapa?
Sumatera : Akulah yang punya,
Sumatera. Swarnadwipa, aku si Pulau Emas!
Aku Sumatera
banyak emas, batubara, tanah dan keindahan alam lainnya.
Bahkan
ketenaran kapur barusku sudah mendunia sejak dulu kala. Serta kerajaan besar
seperti Sriwijaya yang pernah memiliki pengaruh besar kepada dunia itu berasal
dari Sumatera.
Jawa : Sek ya, sek
ya...
Saya dong,
Jawadwipa. Jawadwipa itu Pulau Padi!
Aku adalah
lumbung beras dan pangan terbesar. Tanahku, tanah Jawa adalah tanah tersubur di
dunia. Apa saja yang ditanam pasti akan bertumbuh subur.
Hei,
Sumatera, kerajaanku pernah berjaya bahkan ingin menyatukan pulau-pulau menjadi
satu kekuasaan dan kekuatan kerajaanku ditakuti hingga ke negeri Cina.
Sulawesi : Ngana jangan
begitu. Torang, kami ini, orang Sulawesi atau Celebes. Ngana jangan
macam-macam.
Sulawesi kaya
raya akan besi. Kita pulau besi!
Ngana Pulau
Jawa jangan sombong! Dulu kerajaan besar ngana kita selalu dukung
persenjataannya dengan mengirim besi-besi terbaik. Bahkan kita punya nenek
moyang sudah berlayar keliling dunia. Nenek moyangku pelaut.
Kalimantan :
Ikam-ikam semua jangan begitu.
Kalimantan
punya, aku Kalimantan. Aku Warmadwipa, aku pulau Dewa Laut!
Kerajaan
Hindu tertua berada di pulauku. Akulah pulau lumbung energi. Aku memiliki
sumber daya alam yang luar biasa. Hutanku adalah paru-paru dunia!
Sunda kecil : Hei,
hei, hei, walaupun kalian pulau-pulau besar, jangan berbangga dulu.
Aku Sunda
Kecil, aku lah Pulau Bali, Kepulauan Nusa Tenggara Timur dan Barat yang
keindahan alamnya sungguh dahsyat!
Pulau Dewata
ada dimana? Ya, Pulau Bali. Salah satu Pulau terindah di dunia.
Kuda-kuda
hebat dari mana? Ya, dari Nusa Tenggara Barat.
Kayu Cendana
yang tersohor dari mana? Ya, dari Nusa Tenggara Timur.
Maluku : Kita
juga tidak mau kalah.
Maluku adalah
gugusan pulau-pulau.
Maluku adalah
penghasil rempah-rempah terbaik di dunia!
Maluku karena
rempah-rempahnya pernah menjadi incaran bangsa-bangsa besar dari Eropa. Kita
Maluku, the Island of Spices.
Papua : Woi
kalian, Ko, Ko, pada bilang apa?!
Papua, Papua,
aku si Pulau Surga!
Aku kaya raya
akan sumber daya alam dan flora dan fauna. Bahkan masih banyak jenis flora dan
fauna di Papuaku belum diberi nama, hahaha....
Alamku yang
indah bagaikan surga di Bumi. Siapa yang bisa menandingi kecantikan Burung
Surgaku dan Burung Cendrawasihku? Tidak ada, kan?
Siapa yang
bisa menandingi keindahan dan pesona Raja Ampatku? Tidak ada, kan?
Gunung
tertinggi disini ada dimana? Ya, di Papua.
Tidak ada
yang bisa menandingi keindahan Gunung Jayawijaya yang bermahkotakan awan.
Suara : Nusantara, Nusantara milik siapa? Milik
siapa?
Aku, kamu, kalian, mereka?
Nusantara itu milik siapa?
Islam, tidak.
Kristen, tidak.
Hindu, tidak.
Buddha, tidak.
Jadi tanah siapa? Nusantara milik siapa? Siapa? Siapa?
Lalu ada satu orang menjawab,
Indonesia : Tanah
kita, Nusantara itu tanah kita. Tanah Indonesia.
Milik kita,
Nusantara itu milik kita, kita Indonesia!
Dari Sabang
sampai Merauke. Tidak memandang kau suku apa, agama apa, ras apa karena kita
satu, satu Indonesia.
Jayalah
Indonesia dengan Bhinneka Tunggal Ika dan Sumpah Pemudanya.
Kemudian para lakon bersama-sama mengucapkan ikrar Sumpah
Pemuda,
Semua : Sumpah Pemuda
Kami putra
dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kami putra
dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra
dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Ditutup dengan orasi kebangsaan dari Indonesia.
JAYA-JAYA-WIJAYANTI
Meski kita
terlahir dengan beragam perbedaan, tapi kita bangga lahir di negara ini.
Negara yang
sangat kaya dan penuh warna.
Banyak
cinta, rasa hormat tumbuh subur di bawah pelangi bhinneka yang melintasi Sabang
hingga Merauke.
Kita
berharap agar bangsa ini tetap puspa warna selamanya.
Berkemanusiaan,
berkebudayaan, berkeadilan dan perdamaian serta potensi alam bangsa ini bisa
dinikmati oleh semua warga negara Indonesia.
Tidak
peduli apapun suku, agama, ras dan status sosialnya.
Salam
Indonesia penuh cinta
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar