Selasa, 29 Oktober 2013
Komentarku Hanya Untuk Orang-Orang Yang Mau Mendengarkan Komentarku
Diposting oleh
Unknown
di
22.35

Aku Denny Maruli Silaen berasal dari Tanah Batak, sekarang merantau di Surabaya untuk sebuah perubahan dalam pola pikir. Perkenalannya singkat saja yah...
Mungkin tidak banyak yang mengenal aku, dari yang tidak banyak itu kemungkinan banyak yang kurang tertarik pada diriku.
Maklum saja, mulutku sering mengeluarkan suara yang menurut banyak orang itu berisik. Penilaian berisik itu sering terpantul ke telingaku sengaja maupun tidak disengaja.
Bahkan pernah menggelitik pendengaranku "sudah mahasiswa tua yang belum lulus saja sudah banyak omong", mendengar itu membuat aku tersentak sambil senyuman tipis menghiasi wajahku yang agak gelap. Kenapa suaraku yang mereka dengar tapi status perkuliahanku yang jadi korban.
Memang sih, suaraku tidak seindah Afgan atau siapapun yang bisa bernyanyi membuat pendengaran nyaman melainkan membuat berisik, katanya. Walaupun begitu,aku tidak akan berhenti bersuara, apalagi menunggu hingga aku berdasi dan bermobil mewah baru suaraku layak dikatakan tidak berisik.
Saat ini mampuku cuma mengeluarkan komentar pedas yang sesuai dengan realita, berdasarkan perbandingan pengalaman dan prediksi kejadian akan datang.
Kata-kataku mungkin sepedas cabe bagi mereka yang tidak menyukai komentarku tapi pedasnya cabe yang kuberikan selalu dengan cabe yang segar. Menjadi pembicaraan dibelakang, sering kutemui, bahkan komentar yang terlontar kepadaku tidak kalah pedasnya.Tapi sedikit perbaikan bagi yang suka membicarakan aku dibelakang, aku suka jika komentarku diperdebatkan hingga komentar itu berbalik arah memandang aku. Pedasnya komentar yang aku terima terkadang terbuat dari cabe busuk dan salah mengartikan akan pemaknaan sebuah komentar.
Komentarilah aku sesuai dengan kondisi komentar yang aku berikan, jangan oleskan pedasnya komentar itu tidak pada tempatnya, karena itu dapat membuat makna dari komentar itu beralih fungsi yang menandakan sikap kebencian yang terselubung.
Sekali lagi aku tegaskan,komentarku hanya untuk orang-orang yang mau menerima komentarku jika ada yang tidak suka,dengan senang hati aku membuka ruang pembicaraan tapi kalau tetap tidak suka,berbahagialah kalian dan anggaplah komentarku itu bagai angin yang berhembus.
Suaraku adalah komentarku,
Komentarku bukan untukmu, jika kau tidak mau...
salam restorasi cinta.
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar