Senin, 23 September 2013
Dua hari berbeda
Diposting oleh
Unknown
di
14.13
Hari Minggu ini adalah hari yang cerah untuk melakukan kegiatan. Dinda mengajak jalan-jalan keliling kota Surabaya. Dinda menjempuku di kos pukul 12.00 siang hari. Tanpa perasaan apa-apa dalam perjalanan menuju warkop bucek untuk mengambil helm.
Setibanya di warkop cak bucek, mendadak suasana berpaling 180 derajat. Kepalaku pusing dan suhu tubuhku meninggi. Awalnya cuma mau mengambil helm, terpaksa jadi tempat perawatan. Keheranan itu muncul, kenapa memdadak ya?
Di warkop cak bucek, dinda melakukan perawatan semampunya, mulai mengompres kepalaku dengan es dan melapisi badanku dengan jaketnya cak bucek. Hingga beberapa jam berlalu, aku terbangun dari tidur dengan kondisi baju basah kuyub karena keringat.
Mulai lega karena panas tubuh menurun, walaupun kepala yang pusing belum hilang. Dengan mengganti baju, besar harapan rasa sakit yang mendadak ini hilang dengan mendadak juga, hehehehe... Menjelang malam hari, suhu tubuhku tidak stabil. Terkadang suhunya menurun, terkadang suhunya kembali naik tapi kepala pusingnya aja yang tetap. Terpaksa dikompres kembali, mengingat suhu tubuhku yang tidak stabil.
Malam ini adalah pertandingan final AFF Indonesia VS Vietnam, suasana warkop mulai rame. Dengan terpaksa walaupun kondisi masih lemah harus menonton pertandingan itu. Yee, ternyata tidak sia-sia menonton pertandingan final, garuda muda akhirnya mengepakkan sayap kemenangan, walaupun harus diperoleh dari tendangan titik putih.
Seusai pertandingan, aku langsung pulang aja. Berharap ketenangan di kosan, biar cepat kondisi tubuh membaik. Hari berikutnya, kondisi masih belum berubah..
Hari Senin adalah hari penuh semangat tetapi kali ini berubah menjadu hari malas. Malas karena kondisi tubuh yang masih sakit. Siang harinya pergi ke warkop cak bucek, aku tidur dan tak sadar bangun sudah sore hari menjelang malam.
Aku dibelikan nasi padang tetapi tidak begitu selera memakannya. Lidahku masih pahit dan kepala yang pusing. Tanpa terasa hari sudah malam, aku sama dinda pulang lebih awal dari warkop, dengan harapan aku bisa beristirahat lebih banyak di kosan. Sesampainya di kos, aku langsung menidurkan diri..
Walaupun beberapa kali harus terbangun, pas aku terbangun aku selalu sms dinda, soalnya dinda juga harus mengumpulkan draft TA pada besok hari.
Puji Tuhan, aku menulis ini dengan kondisi yang membaik. Semoga hari ini bisa benar-benar pulih agar tidak menggangu aktifitas lainnya.
Setibanya di warkop cak bucek, mendadak suasana berpaling 180 derajat. Kepalaku pusing dan suhu tubuhku meninggi. Awalnya cuma mau mengambil helm, terpaksa jadi tempat perawatan. Keheranan itu muncul, kenapa memdadak ya?
Di warkop cak bucek, dinda melakukan perawatan semampunya, mulai mengompres kepalaku dengan es dan melapisi badanku dengan jaketnya cak bucek. Hingga beberapa jam berlalu, aku terbangun dari tidur dengan kondisi baju basah kuyub karena keringat.
Mulai lega karena panas tubuh menurun, walaupun kepala yang pusing belum hilang. Dengan mengganti baju, besar harapan rasa sakit yang mendadak ini hilang dengan mendadak juga, hehehehe... Menjelang malam hari, suhu tubuhku tidak stabil. Terkadang suhunya menurun, terkadang suhunya kembali naik tapi kepala pusingnya aja yang tetap. Terpaksa dikompres kembali, mengingat suhu tubuhku yang tidak stabil.
Malam ini adalah pertandingan final AFF Indonesia VS Vietnam, suasana warkop mulai rame. Dengan terpaksa walaupun kondisi masih lemah harus menonton pertandingan itu. Yee, ternyata tidak sia-sia menonton pertandingan final, garuda muda akhirnya mengepakkan sayap kemenangan, walaupun harus diperoleh dari tendangan titik putih.
Seusai pertandingan, aku langsung pulang aja. Berharap ketenangan di kosan, biar cepat kondisi tubuh membaik. Hari berikutnya, kondisi masih belum berubah..
Hari Senin adalah hari penuh semangat tetapi kali ini berubah menjadu hari malas. Malas karena kondisi tubuh yang masih sakit. Siang harinya pergi ke warkop cak bucek, aku tidur dan tak sadar bangun sudah sore hari menjelang malam.
Aku dibelikan nasi padang tetapi tidak begitu selera memakannya. Lidahku masih pahit dan kepala yang pusing. Tanpa terasa hari sudah malam, aku sama dinda pulang lebih awal dari warkop, dengan harapan aku bisa beristirahat lebih banyak di kosan. Sesampainya di kos, aku langsung menidurkan diri..
Walaupun beberapa kali harus terbangun, pas aku terbangun aku selalu sms dinda, soalnya dinda juga harus mengumpulkan draft TA pada besok hari.
Puji Tuhan, aku menulis ini dengan kondisi yang membaik. Semoga hari ini bisa benar-benar pulih agar tidak menggangu aktifitas lainnya.
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar