Sabtu, 21 September 2013

Natal itu???



Selamat Hari Natal...

Kalimat ucapan di atas mungkin banyak sudah melupakannya, karena peristiwa anugerah itu terkesan sebagai pelepas dahaga akan sebuah kemeriahan sebuah perayaan.

Natal, peristiwa penggenapan firman dimana Allah rela melepaskan KemuliaanNya menjadi sama dengan manusia. Suatu anugerah bersatunya Tuhan dengan manusia dalam memperbaiki hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan antar sesama manusia. Dia rela menjadi manusia untuk menggenapi tugas mulia perpaduan antara kerajaan Allah dan kerajaan manusia. Dia hidup sebagai manusia 100 persen, menjalani kehidupan sesuai dengan pola hidup manusia sesuai kemanusiannya.

KehidupanNya sebagai manusia bukanlah sebatas untuk menebus dosa manusia yang kelak Ia rela mati di kayu salib Golgota. Melainkan selama hidupNya memberikan contoh perilaku layaknya hidup sebagai manusia yang dikasihi Tuhan dan manusia saling mengasihi sesama manusia. Dia banyak mengajarkan melalui perumpamaan agar mudah dimengerti dan dapat mengubah gaya hidup manusia menjadi jauh lebih baik.

Dia mengajarkan dalam menjalani hidup ini harus selalu bersyukur atas pemberian Sang Pencipta,baik suka maupun duka. Pola hidup kemanusianNya sangat sederhana dan penuh makna yang menjadi teladan dalam menjalankan hidup. Tapi kita terbiaskan oleh perayaan yang mempengaruhi makna Natal tersebut.Natal itu bukan hanya pada 25 Desember tapi Natal terjadi pada kehidupan kita setiap hari.Refleksi penggenapan firman sebagai modal dasar menjalani kehidupan kita di dunia,agar kita selalu menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya.

Semoga semangat Natal tidak hanya bergelora pada tanggal 25 Desember saja tapi bergeloralah semangat itu setiap hari..

Semoga Damai dan Pencerahan Natal menyertai perilaku kita dalam menjalani hidup...

Salam kasih untuk kita semua..

Sang Kepala Gereja memberkati, amin.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar