Sabtu, 21 September 2013
Rindu
Diposting oleh
Unknown
di
06.41
ibarat puluhan bulan hidup di padang gurun yang merindukan laut
ibarat nelayan puluhan hari berlayar di laut yang merindukan daratan
bahkan seperti istri bang toyib yang merindukan kepulangan bang toyib yang ga pulang-pulang
berdendang dengan suara, menyaringkan nada-nada kekritisan akan kesenjangan sosial
gema dari megaphone juga sering mengganggu telinga para pengguna jalan
hingga teriakan berbau makian sering menyelimuti segelintir mereka yang angkuh akan keadaan
sering dan terus terjadi hingga pada titik balik kesadaran
teringat pada satu istilah "kata adalah senjata", bisa dipersepsikan dengan berbagai makna dan pemahaman, tergantung perilaku individu yang mempraktekkanya dalam kehidupan sehari-hari.
kata adalah susunan dari beberapa huruf yang kemungkinan memiliki arti tersendiri. Jika satu kata dipasangkan dengan berbagai kata lainnya akan melahirkan sebuah kalimat. Kalimat ini kemudian dikawinkan lagi dengan kalimat lainnya akan berbuah paragraf-paragraf. Hingga membentuk padanan indah mulai dari huruf hingga paragraf.
Banyak cara mengapresiasikan kata, kalimat ataupun paragraf tersebut, bisa melalui tulisan, orasi hingga karya seni. Apresiasi apapun itu adalah manifestasi subjektifitas pribadi akan realita yang ada. Tulisan yang menggelitik, orasi yang mempropaganda hingga karya seni yang membuka keburukan dan kebaikan objeknya. Perilaku kritis ini adalah pilihan masing-masing pribadi dalam mengembangkan rasa kekritisan akan sesuatu.
loh, loh kenapa jadi kearah sana yah, ohhhh
padahal baru saja kepikiran, bagaimana rasa yang terpendam ini dibungkam
terjebak dan menjadi kebiasaan, bukan berarti sebuah kesalahan ataupun penyelasan
rasa akan betapa inginnya merangkai si kata-kata menjadi kalimat hingga sebuah paragraf indah mempesona
sudah lama tidak memainkan jejari ini untuk merangkai kata lagi
terjebak dan menikmati akan perilaku faktual realistis
berbicara dan berkarya, karya dalam artian mengadakan berbagai kegiatan-kegiatan dan banyak hal
tapi karyanya sedikit melupakan untuk menulis
sebelum terlanjur basah dan lupa menulis, hendak ingin mengembalikan budaya menulis lagi
bermain dengan jari-jari
jari-jari bercinta segitiga dengan pena dan kertas yang dikatalis oleh pikiran sebagai obat kuatnya
ataupun jari-jari bermesraan dengan papan tombol komputer berselingkuh dengan tikus elektronik
semua itu agak lama sudah terabaikan
sudah lama tidak melakukan percintaan mesra antara pikiran dan rasa yang tertuang melalui padanan kertas dan pena sehingga melahirkan tulisan
bahkan sering menyentuh papan tombol komputer tetapi terlupa akan ingin merealisasikan apa yang di pikiran dan rasa
uhmmm, padahal sering tergoda akan tulisan-tulisan teman bahkan buku-buku telah terlahir dari tangan-tangan mereka. Tapi godaan itu memang membuat terangsang namun rangsangannya tidak membuat korelasi antar rasa dan pikiran menyatu untuk memulai kembali merangkai kaum kata-kata itu
tidak tahu juga apakah ini sebuah kesadaran atau reaksioner belaka saja,
selanjutnya akan tetap memainkan jejari dengan pena pada lembaran kertas atau cuma musiman kehendak untuk gengsi saja.
mudah-mudahan niatan untuk kembali pada pelukan pena dan kertas yang bersinergi dengan rasa dan pikira terus bergelora, semoga bisa menghasilkan berbagai TULISAN yang bermanfaat, Amin.
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar