Sabtu, 21 September 2013
Sepotong Makna
Diposting oleh
Unknown
di
06.52
Aku, kau, kita dan mereka telah mengikat janji dengan sumpah sakral.
Malaikat menyaksikannya di alam lain. Kita adalah makhluk tercipta yang dipanggil untuk merubah keadaan,merangkai suatu bentuk yang pernah tercecer kembali bersatu dengan indah. Menjadi terpanggil akan melayani didalam Tuhan bukanlah sesuatu yang kebetulan, karena semua ini sudah direncanakan jauh sebelum dunia ini terbentuk. Panggilan ini adalah sebuah berkat alami yang terencana sesuai kehendak semesta.
Pernahkah kita berpikir, kenapa musibah bencana alam tidak terjadi disekeliling kita?, bencana yang mungkin akan memisahkan roh dari tubuh. Kenapa kita masih dibiarkan hidup oleh Sang Pencipta?.
Pertanyaan ini terkesan sederhana bahkan sering menyengajakan untuk lupa kenapa kita masih hidup.
Berbahagialah kita manusia yang roh dan tubuhnya masih berpasangan. Masih mempunyai sebuah kekuatan untuk melalukan sebuah perubahan besar.Jangan pernah berpikir kita hidup didunia ini hanya menumpang. Sebuah paradigma yang kurang tepat, karena dapat mengakibatkan kemalasan untuk melayani.
Kesempatan hidup hendaknya kita manfaatkan sebaik mungkin untuk berkarya di jalan kebenaran berlandaskan keadilan,supaya kita menjadi taruk bagi sekitar. Pandanglah dengan mata terbuka, masih banyak keadaan yang seharusnya tidak terjadi bahkan menjadi berkembang biak dengan pesat, misalnya kelaparan melanda masyarakat kecil, kebodohan masih menjadi pemandangan, ketidakadilan akibat kesengajaan manusia, perpecahan mulai menjadi tren masa kini.
Apakah kita masih saja acuh terhadap realita sosial yang semakin memburuk?.
Kembalilah kita berhikmat sebagai manusia,memperbaiki peristiwa menjadi lebih baik lagi.
Eratkanlah barisan kebersamaan dalam melayani.
Manusia memang terlahir sebagai makhluk individual tapi menjalani kehidupannya sebagai makhluk sosial.
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar