Sabtu, 21 September 2013
Melukis Sebuah Kesadaran
Diposting oleh
Unknown
di
06.43
sapaku dari seorang biasa...
menyambut sang mentari terkadang telat, karena terlalu sering bermesraan dengan ratu malam. perubahan pola dalam menikmati kesadaran adalah kebalikan dari kesadaran pada umumnya. Jeritan cahaya pagi sering tidak terdengar hingga lapisan mimpi. Mengetuk alam sadar agar kembali menjadi pria penyambut fajar. Keresahan akan dikumandangkan saat bulan akan mengintip dari istananya. Peristiwa saat fajar berkuasa sering terlepas sebagai pelaku sejarah. bagaimana mungkin bisa menulis dan membaca jika terlalu sering bergaul dengan gelap. Butuh kekuatan dahsyat dalam melukis di dua waktu berbeda dengan seimbang. Menjadi sebuah rekayasa atau ketidaksengajaan sudah menjadi kebiasaan, kalau terlalu sering akhirnya waktu itu sendiri yang menyadarkannya, bahwa itu bisa berdampak kurang baik.
"Sudah cukup," dua kata sebagai simbol pemberontakan dari kesadaran yang kurang baik selama ini. Saatnya kembali untuk belajar membaca dan menulis di waktu yang tepat. Harapan menjadi lebih baik lagi dalam melukis kisah.
Salam dari heningnya malam menyambut pagi..
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar