Senin, 30 September 2013

Pasti Bisa

Gelisah, gelisah dan terus gelisah walaupun tidak sampai basah.
Kebuntuan langkah bukan niat, niat tertinggal di kantong kemauan.
Selangkah lagi tetapi seperti jutaan batu besar
Besarnya membentuk benteng-benteng menutup pandangan dan langkah.

Ingin memanjat melihat sepucuk asa
Perlahan-lahan semangat memudar dan memendar
Masuk dalam dunia nyata, kesemuan benteng mimpi
Tabrak fatamorgana dengan realita

Telur di ujung tanduk
Nyawa berada di persimpangan maut
Beberapa tahun menembus batas
Batas yang belum tertembus

Mengutip semangat yang berserakan
Mengumpulkannya agar menjadi sebuah senjata
Meruntuhkan benteng penghalang asa
Tidak pandang langit menutup mata

Pecahkan kebuntuan dan kebodohan
Lanjutkan ide meraih masa depan
Sang Pencipta menjaga
Semua akan indah pada waktunya


Oleh: Denny Raja Raum

Tidak ada komentar :

Posting Komentar