Sabtu, 21 September 2013
SAATNYA MERESTORASI BANGSA INI DENGAN CINTA
Diposting oleh
Unknown
di
06.39
“NKRI ADALAH HARGA HIDUP”
Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Harga hidup, sebuah kalimat penegasan terhadap jiwa persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang semakin menampar jati diri bangsa. Akhir-akhir ini berbagai rentetan peristiwa merobek lembaran semangat nasionalisme kita, pembakaran rumah ibadah seperti santapan akhir pekan, dimana semakin maraknya radikalisme mengatasnamakan golongan atau agama tertentu. Terlupa akan proses metamorfosisnya Indonesia menjadi sebuah negara kesatuan dari berbagai golongan suku, budaya dan agama karena persamaan akan nasib untuk Indonesia yang dicita-citakan.
Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Harga hidup, karena rasa memiliki akan bangsa ini seolah-olah telah mati bersama jasad para pahlawan yang telah berjuang mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Banyak Pejabat sekarang terhipnotis akan kenyamanan pribadi hingga hal-hal menyangkut hajat hidup masyarakat menjadi sasaran empuk dalam memuaskan nafsu kekuasaannya. Apakah moral para pejabat pemerintah juga mati?.
Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Harga hidup, bagaimana bangsa ini benar-benar hidup jika sebagian besar masyarakatnya sulit untuk bertahan hidup. Semakin meluasnya lapangan pengangguran, dimana pemerintah seakan tidak pernah bertindak bagaimana mengatasi cetakan pengangguran yang semakin menumpuk. Ketidakberdayaan pemerintah dalam penyedian lapangan kerja bagi masyarakat membuat banyak masyarakat kita harus angkat kaki dari negara ini.
Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Harga Hidup, semakin menggilanya bangsa ini, seolah mengeluarkan larangan tersirat bagi orang miskin untuk tidak sakit. Mirisnya menjadi orang miskin karena kesehatan itu bak barang mewah, padahal itu adalah tanggung jawab negara untuk menjamin kesehatan rakyatnya. Sulitnya untuk mendapatkan sarana kesehatan di daerah, apakah kesehatan bangsa ini hanya untuk satu pulau saja kah?.
Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Harga Hidup, jutaan penduduk Indonesia masih buta huruf, tidak lulus Sekolah Dasar dan Menengah. Terhimpit oleh tekanan ekonomi memaksa untuk tidak sekolah atau putus sekolah. Amanah Konstitusi Negara dibungkus dengan rapi dan disimpan saja,Wajib belajar itu masih adakah?.
Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Harga Hidup,apakah negara ini masih bisa dikatakan hidup?, Jawabannya Iya, karena kita masih punya kesempatan untuk mengembalikan ke semula sesuai yang di cita-citakan oleh para pahlawan dan proklamator kita. Sudah saatnya kita menyadari akan peran fungsi sebagai warga negara yang baik dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Butuh waktu untuk menata ulang kembali sistem di negara ini yang sudah semakin terlindas. Baiknya kita memulainya dari hal yang kecil dulu, memulai dengan kembali mencintai bangsa ini dengan sepenuh hati kita, cintailah bangsa ini seperti kita mencintai diri kita sendiri, dimana kita selalu menginginkan yang terbaik bagi diri kita, begitu juga kita akan memberikan yang terbaik bagi bangsa ini. Ketika rasa cinta itu sudah membara lagi di hati kita masing-masing, apakah masih mungkin terpikirkan untuk korupsi, penganiyaan sesama atas nama golongan atau agama atau melakukan perbuatan yang dapat merugikan negara?.
Kita kembali berpegang teguh kepada satu pondasi, yaitu Memahami dan mengamalkan Pancasila, dan tiga pilar berbangsa dan bernegara:
1. Menaati dan melakukan yang sesuai dengan UUD 1945
2. Mempertahankan Negara Kesatuan Repubklik Indonesia
3. Toleransi dalam Berbhineka Tunggal ika
Pondasi dan pilar diatas dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari kita dalam berbangsa dan bernegara yang di dasari dengan penuh rasa cinta.
Semoga di perjalanan Indonesia ini, kita mencoba memulainya perubahan dari diri kita sendiri, keluarga kita, lingkungan sekitar kita dan perubahan besar di bangsa dan negara menjadi lebih baik lagi sebagai Negara Indonesia yang benar-benar merdeka dan bermartabat.
Salam Pencerdasan
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

Tidak ada komentar :
Posting Komentar